Profesional Tangani Kasus Adam Deni, Bareskrim Polri Tegaskan Tak Terkait Jabatan Ahmad Sahroni

Bareskrim Polri membantah cepatnya penyelesaian berkas perkara Adam Deni mengenai dugaan kasus mengunggah dokumen pribadi tanpa seijin pemilik atau ilegal akses karena pelapor dalam kasus tersebut Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Sebagaimana diketahui, penyelesaian kasus Adam Deni diselesaikan dalam kurun waktu 3 pekan saja terhitung sejak laporan polisi didaftarkan pada 27 Januari 2022. Penyidik pun melimpahkan tahap II kasus tersebut pada 16 Februari 2022.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan penyidik bekerja secara profesional dan proporsional dalam penyidikan kasus Adam Deni. Sebaliknya, tidak ada perlakuan yang berbeda. "Saya rasa sama. Persoalan itu prinsipnya penyidik melaksanakan secara professional dan proporsional," ujar Ramadhan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (23/2/2022).

Di sisi lain, Ramadhan merespons permohonan maaf Adam Deni secara terbuka melalui video yang tersebar di media sosial. Termasuk soal keinginan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. "Proses Adam Deni kan sudah masuk tahap II dan sudah diserahkan ke kejaksaan. Tentu lebih dari itu merupakan kewenangan kejaksaan," pungkas Ramadhan.

Diberitakan sebelumnya, Pegiat media sosial Adam Deni kembali muncul ke hadapan publik. Kali ini, dia membuat video permintaan maaf seusai tersandung kasus dugaan mengunggah dokumen pribadi tanpa seijin pemilik atau ilegal akses. Adapun video tersebut diambil saat Adam Deni menjalani penahanan di Rutan Bareskrim Polri. Awalnya, Adam Deni menceritakan bahwa dirinya sudah ditahan selama 13 hari di Rutan Bareskrim Polri. Selama di dalam sel, dia mengaku tidak pernah macam macam.

Adam juga sempat menyatakan permintaan maaf. Ternyata, permintaan maaf itu ditujukkan kepada Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang diduga menjadi pelapor dalam kasus tersebut. "Untuk itu saya mempunyai kesempatan untuk meminta maaf kepada Bang Ahmad Sahroni. Saya juga mau meminta tolong kepada bang Ahmad Sahroni untuk mengetukkan hatinya untuk saya," terang Adam. Adam mengakui bahwa mengunggah dokumen pribadi tanpa seijin pemilik atau ilegal akses merupakan tindakan yang salah. Dia pun telah menyesali perbuatannya tersebut.

"Kalau memang saya melakukan kesalahan secara khilaf kemarin. Karena saya memang disuruh oleh bossan. Dan saya sekarang sudah menyesalinya. Semoga harapan saya sudah tidak kuat lagi menghadapi masalah ini," jelas Adam. Lebih lanjut, Adam mengharapkan Ahmad Sahroni bisa memaafkannya dan menutup kasus tersebut. Pasalnya, dia mengaku sebagai tulang punggung keluarga. "Semoga Bang Ahmad Sahroni mau mengetukkan hatinya untuk saya, untuk memaafkan dan menyudahi masalah ini agar saya bisa keluar, menafkahi ibu saya lagi dan kembali bekerja lagi. Karena saya sudah habis habisan, saya pun saat ini dalam kondisi depresi berat," beber dia.

Terakhir, Adam Deni mengaku juga terjangkit banyak penyakit sejak berada di dalam Rutan Bareskrim. Sebaliknya, kondisi psikologisnya pun hancur karena banyak mengalami fitnah. "Saya juga terkena banyak penyakit juga selama di dalam. Saya difitnah di luar pun itu saya juga kaget, saya gak megang HP, HP semua disita saya gak megang apa apa lagi," tukas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *